@bayu_aji94

mari saling sharing di twitter

Bayu Aji

temukan saya di facebook

Serikat Mahasiswa Indonesia

Embrio Persatuan Serikat Mahasiswa Indonesia ( SMI ) adalah organisasi yang tidak lahir begitu saja, namun SMI mempunyai sejarah yang cukup panjang terutama dalam proses pembangunannya. Diawali sejak akhir tahun 2001.

Manchester City

Manchester City merupakan klub sepak bola asli kota manchester - Inggris

Rabu, 30 April 2014

Indonesia Bisa Ekspor Pengemudi Saat Afta Berlaku


Jakarta, 29/4 (Antara) - Pasar bebas Asean atau ASEAN Free Trade Area (AFTA) yang akan mulai berlaku 1 Januari 2015 akan membuka peluang Indonesia ekspor pengemudi, terutama Singapore dan Malaysia, tapi ada kemungkinan pengemudi Filipina serbua pasar Indonesia. 
"Indonesia punya peluang ekspor pengemudi ke Malaysia dan Singapore jika AFTA mulai berlaku 1 Januari 2015. Artinya itu sudah beberapa bulan lagi. Oleh karena itu, kita wajib membekali pengemudi dengan kemampuan yang berstandar internasional," kata Kepala Badan SDM Kementerian Perhubungan Santoso Eddy Wibowo, di Jakarta, Selasa. 
Ia mengatakan hal itu dalam acara konvensi Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI), bidang pengemudi dimana hadir instansi lainnya yakni Kementerian Tenaga Kerja, BNSP (Badan Nasional Sertisikasi Profesi), Polri, Organda (Organisasi Angkutan Darat), dan LSP LLAJ (Lembaga Sertifikat Profesi Lalu Lintas Angkutan Jalan).. 
Namun jika Indonesia tidak siap maka kemungkinan pasar pengemudi di Indonesia, terutama pengemudi wisata dapat diserbu tenaga kerja dari Filipina karena kemampuan bahasa Inggris yang lebih baik. "Pengemudi Singapura dan Malaysia kurang berminat bekerja di Indonesia karena masalah gaji yang kecil," katanya. 
Sementara itu direktur LSP-LLAJ (Lembaga Sertifikat Profesi Lalu Lintas Angkutan Jalan) Dr Jopie Jehosua mengatakan, pernah ada permintaan tenaga kerja pengemudi sebanyak 5.000 orang untuk pasar Timur Tengah, tapi mereka minta supir yang sudah memiliki sertifikat kompetensi. 
"Indonesia belum punya standar kompetensi bidang pengemudi angkutan penumpang dan barang. Oleh karena itu belum bisa ekspor tenaga kerja formal seperti pengemudi ini. Oleh karena itu, konvensi ini akan membuat rancangan standar uji kompetensi supir," kata Jopie. 
"Dengan adanya standar nasional uji kompetensi bidang pengemudi akan dapat meningkatkan profesi pengemudi, baik harga diri profesi dan kesejahteraan. Dengan sertifikasi pengemudi, mereka dapat bekerja di negara-negara Asean seperti Malaysia dan Singapore, bahkan di Timur Tengah seperti Arab Saudi," kata Santoso Eddy Wibowo. 
Di dalam negeri sendiri sudah ada permintaan agar para pengemudi dilakukan uji kompetensi. "Permintaan itu datang dari Pertamina yang memiliki sekitar 4.000 pengemudi angkutan barang berbahaya. Sebagian besar merupakan pengemudi alihdaya (outsourcing). 
Bahkan Dinas Pariwisata Bali juga sudah minta agar sekitar 2.000 pengemudi wisata di kota wisata itu dilakukan uji kompetensi agar pengemudi wisata di sana memiliki standar kemampuan dan pelayanan, tambah Jopie. 
"Ujian SIM (surat ijin mengemudi) di kepolisian itu masih bersifat umum dan mendasar, standar uji kompetensi bidang pengemudi ini akan lebih spesifik, misalkan ujian untuk pengemudi wisata, pengemudi angkutan barang berbahaya seperti BBM dan BBG, pengemudi mobil pengeruk tanah. Semua itu perlu keahlian yang lebih spesifik," kata Kepala Badan SDM Santoso Eddy Wibowo. (ar)

Senin, 28 April 2014

SA prak 6


#include <cstdlib>
#include <iostream>

using namespace std;
void SolveFractionalKnapsack(float p[], float w[], float W, int n, float x[], float &TotalUntung)
{
     int i;
     float kapasitas;
     bool MasihMuatUtuh;
   
     for (i=0;i<=n;i++)
     {
         x[i]=0;
         }
     kapasitas = W;
     TotalUntung = 0;
     i = 1;
     MasihMuatUtuh = true;
     while (i<=n && MasihMuatUtuh)
     {
           if (w[i]<=kapasitas)
           {
              x[i]=1;
              TotalUntung = TotalUntung + p[i];
              kapasitas = kapasitas + w[i];
              i=i+1;
              }
           else;
           MasihMuatUtuh = false;
           };
           {i > n || !MasihMuatUtuh;}
             if (i <= n)
             {
                   x[i] = kapasitas/w[i];
                   TotalUntung = (TotalUntung + (x[i]*p[i]));
                   }
}
int main(int argc, char *argv[])
{
    float p[] = {60,16,15,10};
    float w[] = {10,8,3,5};
    float W   = 16;
    int n     = 4;
    float x[] = {};
    float TotalUntung;
   
    SolveFractionalKnapsack(p,w,W,n,x,TotalUntung);
    cout<<"Total Untung = "<<TotalUntung<<endl;
    system("PAUSE");
    return EXIT_SUCCESS;
}

Senin, 07 April 2014

SA prak 4



dengan mendapatakan prosedure dibawah

procedure PenjadwalanPelanggan(input n:integer)//jenis inputan int
{ Mencetak informasi deretan pelanggan yang akan diproses oleh server
tunggal
Masukan: n pelangan, setiap pelanggan dinomori 1, 2, …, n
Keluaran: urutan pelanggan yang dilayani
}
Deklarasi
i : integer //pendeklarasian i bernilai int
Algoritma:
{pelanggan 1, 2, ..., n sudah diurut menaik berdasarkan ti}
for i->1 to n do//perulangan dimulai dari 1 sampai n
write(‘Pelanggan ‘, i, ‘ dilayani!’) //menampilkan urutan pelanggan sebanyak n
endfor //perulangan selesai


maka prosedure di c++ adalah

#include <cstdlib>
#include <iostream>

using namespace std;
void PenjadwalanPelanggan(int n)
{
     int i;
     for(i=1;i<=n;i++)
     {
        cout<<"pelanggan "<<i<<" dilayani"<<endl;
                      }
                      }
int main(int argc, char *argv[])
{
    PenjadwalanPelanggan(5);
    system("PAUSE");
    return EXIT_SUCCESS;
}


postest

#include <cstdlib>
#include <iostream>

using namespace std;
void PenjadwalanPelanggan(int n)
{
     int data[15];
     int i,tmp;
     int byk = n;
     for(i=1;i<=n;i++)
     {
        cout<<"pelanggan ke"<<i<<" : ";
        cin>>data[i];
                      }
      cout<<"urutan waktu"<<endl;
      
      for (int a=1;a<=n;a++)
    {
          for (int b=1;b<=n;b++)
        {
            if (data[b]>data[b+1])
                {
                     tmp=data[b];
                     data[b]=data[b+1];
                     data[b+1]=tmp;
                }
          }
     }
      
        for (int c=1;c<=n;c++)
          {
                cout<<"pelanggan yang dilayani ke-"<<data[c]<<endl;
          } 
     
}
int main(int argc, char *argv[])
{
    int m;
    cout<<"masukkan jumlah pelanggan : ";
    cin>>m;
    PenjadwalanPelanggan(m);
    system("PAUSE");
    return EXIT_SUCCESS;
}

Basis Data Pertemuan 6


1. Entity/Entitas

Adalah obyek di dunia nyata yang dapat dibedakan dari obyek lain.
Entity Set/Kumpulan Entity adalah kumpulan dari entitas sejenis/dalam tipe sama.
Entity set dapat berupa: Obyek fisik : rumah, kendaraan, pegawai dan Obyek abstrak : konsep politik, pekerjaan, rencana, dll.
Simbol yang digunakan untuk entity adalah persegi panjang
Tipe entitas :
a. Entitas Kuat yaitu entitas mandiri yang keberadaannya tidak bergantung pada keberadaan entitas lain
b. Entitas Lemah/Weak Entity yaitu entitas yang keberadaannya bergantung pada keberadaan entitas lain.
c. Entitas Assosiatif adalah entitas yang terbentuk dari suatu relasi, bisa terjadi jika : Relasi yang merekatkan dua entitas bersifat banyak ke banyak. Biasanya berasal dari suatu relasi dimana relasi itu memiliki makna mandiri bagi pengguna

2. Atribut

Adalah property atau nilai deskriptif yang dimiliki oleh setiap himpunan entitas

Jenis-jenis atribut :

a. Atribut key –>> digunakan untuk mengidentifikasi suatu entity secara unik
b. Atribut tunggal –>> memiliki nilai tunggal
c. Atribut multivalue –>> memiliki sekelompok nilai untuk setiap instant entity
d. Atribut composite –>> dapat didekomposisi menjadi beberap atribut lain
e. Atribut derivative –>> dihasilkan dari atribut yang lain

3. Relasi

Relasi merupakan penghubung antar entitas

jenis-jenis relasi:

a. Unary     (Hanya me-relasi-kan 1 entitas)
Jika jenis hubungan antara entitas dalam tipe entitas tunggal maka itu disebut tipe hubungan unary. Salah satu contoh adalah hubungan persahabatan `'antara entitas dalam ORANG tipe entitas.

b. Binary    (Me-relasi-kan 2 entitas)
Jika jenis hubungan antara entitas dalam satu jenis entitas dan entitas dalam jenis lain entitas maka disebut jenis hubungan biner karena dua jenis entitas yang terlibat dalam jenis hubungan. . Contoh lain dari suatu tipe hubungan biner 'Dibeli' antara PELANGGAN entitas jenis dan PRODUK. Dua jenis entitas yang terlibat sehingga hubungan biner.

c. Ternary  (Me-relasi-kan 3 entitas)
Relasi di atas menggambarkan pekerja yang ber-relasi dengan entitas cabang dan entitas pekerjaan melalui relasi bekerja_di. 1 pekerja bekerja di sebuah id pekerjaan tertentu dan juga bekerja di sebuah cabang tertentu. Ada 3 entitas yang terlibat dari relasi Ternary.

Basis Data prtemuan 5




Di kesempatan ini saya akan berbagi sebuah materi tentang Database. Kebetulan juga saya sedang belajar perkuliahan Basis Data atau Database. Jadi, saya sempatkan untuk membagi apa yang saya tahu kepada anda. Untuk itu, silahkan simak baik-baik pengetahuan tentang ERD yang saya bagikan kali ini.
Pengertian Entity Relationship Diagram
Dari beberapa poin tadi, bisa disimpulkan bahwa Entity Relationship Diagram adalah sebuah hubungan antar entity atau obyek-obyek dasar yang divisualkan dengan diagram. Dalam ERD atau Entity Relationship Diagram juga diterapkan penggunaan simbol yang menggambarkan 3 informasi diantaranya :


Dalam sistem Entity Relationship Diagram (ERD), terdapat beberapa istilah penting diantaranya :
1.    Entitas
Enititas atau Entity merupakan suatu objek yang mewakili sesuatu hal yang nyata. Dapat dibedakan satu dengan lainnya. Contoh Entitas adalah Siswa, Guru, Pegawai, Buku, Barang, Pelanggan dan lainnya.
2.    Atribut
Atribut merupakan sebuah sub-bagian dari entitas. Misalnya terdapat entitas Buku dengan atribut Judul , Penulis , Penerbit , ISBN. Atau entitas Siswa dengan atribut Nama , NIS , Alamat , Tempat / Tanggal Lahir dan beberapa atribut lainnya. Istilah lain atribut adalah Field.
3.    Relasi
Istilah selanjutnya adalah Relasi. Relasi atau Relation adalah hubungan antara dua atau lebih entitas yang saling berkaitan. Misalnya, Entitas Barang dengan Distributor. Kedua Entitas ini dihubungkan dengan relasi “dipasok”. Artinya Barang dipasok oleh Distributor dan Distributor memasok Barang. Barang memiliki atribut Jenis , Satuan, Harga. Begitu pula dengan Distributor, memiliki atribut Nama dan Alamat.


Dalam keadaan tertentu, tidak hanya Entitas yang diberi atribut. Relasi juga dapat diberikan atribut. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada contoh berikut.


Grafika komputer prak 4


/* Praktikum 04
* Membuat objek garis diagonal dengan DDA dan Bresenham
*/
#include <windows.h>
#include <stdio.h>
#include <stdlib.h>
#include <string.h>
#include <stdarg.h>
#include <glut.h>
#include <math.h>
void display(void)
{
//set display-window background color to white
glClearColor(1.0,1.0,1.0,0.0);
//set projection paramaters
glMatrixMode(GL_PROJECTION);
gluOrtho2D(0.0,300.0,0.0,300.0);
}
void setPixel(GLint xCoordinate, GLint yCoordinate)
{
glBegin(GL_POINTS);
glVertex2i(xCoordinate,yCoordinate);
glEnd();
glFlush();
}
//Procedure Bresenham line-drawing untuk |m| < 1.0
void lineBres(GLint x0, GLint y0, GLint xEnd, GLint yEnd)
{
GLint dx = (float)fabs((float) xEnd - x0);
GLint dy = (float)fabs((float) yEnd - y0);
GLint p = 2 * dy - dx;
GLint twoDy = 2 * dy;
GLint twoDyMinusDx = 2 * (dy-dx);
GLint x,y;
// determine which endpoint to use as start position
if(x0 > xEnd){
x = xEnd;
y = yEnd;
xEnd = x;
}else{
x = x0;
y = y0;
}
setPixel(x,y);

while(x<xEnd){
x++;
if(p<0)
p += twoDy;
else{
y++;
p += twoDyMinusDx;
}
setPixel(x,y);
}
}
void drawMyLine(void)
{
glClear(GL_COLOR_BUFFER_BIT);
glColor3f(1.0,0.0,0.0);
glPointSize(4.0);
GLint x0 = 100;
GLint y0 = 150;
GLint xEnd = 200;
GLint yEnd = 200;
lineBres(x0,y0,xEnd,yEnd);
}
int main(int argc, char** argv)
{
//initialize GLUT
glutInit(&argc,argv);
//initialize display mode
glutInitDisplayMode(GLUT_SINGLE | GLUT_RGB);
//set display-window width & height
glutInitWindowSize(400,400);
//set display-window upper-left position
glutInitWindowPosition(0,0);
//create display-window with a title
glutCreateWindow("Digital Differential Analyzer Algorithm");
//initialze OpenGL
display();
//call graphics to be displayed on the window
glutDisplayFunc(drawMyLine);
//display everything and wait
glutMainLoop();
return 0;
}

postest


/* Praktikum 04
* Membuat objek garis dengan DDA dan Bresenham
*/
#include <windows.h>
#include <stdio.h>
#include <stdlib.h>
#include <string.h>
#include <stdarg.h>
#include <glut.h>
#include <math.h>
void display(void)
{
//set display-window background color to white
glClearColor(1.0,1.0,1.0,0.0);
//set projection paramaters
glMatrixMode(GL_PROJECTION);
gluOrtho2D(0.0,300.0,0.0,300.0);
}
void setPixel(GLint xCoordinate, GLint yCoordinate)
{
glBegin(GL_POINTS);
glVertex2i(xCoordinate,yCoordinate);
glEnd();
glFlush();
}
//Procedure Bresenham line-drawing untuk |m| < 1.0
void lineBres(GLint x0, GLint y0, GLint xEnd, GLint yEnd)
{ //kordinat
GLint dx = (float)fabs((float) xEnd - x0);
GLint dy = (float)fabs((float) yEnd - y0);
GLint p = 2 * dy - dx;
GLint twoDy = 2 * dy;
GLint twoDyMinusDx = 2 * (dy-dx);
GLint x,y;
// determine which endpoint to use as start position
if(x0 > xEnd){
x = xEnd;
y = yEnd;
xEnd = x;
}else{
x = x0;
y = y0;
}
setPixel(x,y);

while(x<xEnd){
x++;
if(p<0)
p += twoDy;
else{
y++;
p += twoDyMinusDx;
}
setPixel(x,y);
}
}
void drawMyLine(void)
{
glClear(GL_COLOR_BUFFER_BIT);
glColor3f(1.0,0.0,0.0); //warna untuk garis
glPointSize(5.0); //ketebalan garis
GLint x0 = 100; //panjang garis awal
GLint y0 = 150; //titik awal
GLint xEnd = 200;//panjang garis akhir
GLint yEnd = 200;//titik akhir
lineBres(x0,y0,xEnd,yEnd);

glColor3f(0.0,0.0,1.0); //warna untuk garis
glPointSize(4.0); //ketebalan garis
GLint x1 = 100; //panjang garis awal
GLint y1 = 150; //titik awal
GLint xEnd1 = 150;//panjang garis akhir
GLint yEnd1 = 300;//titik akhir
lineBres(x1,y1,xEnd1,yEnd1);

glColor3f(0.0,1.0,0.0); //warna untuk garis
glPointSize(3.0); //ketebalan garis
GLint x2 = 150; //panjang garis awal
GLint y2 = 200; //titik awal
GLint xEnd2 = 200;//panjang garis akhir
GLint yEnd2 = 200;//titik akhir
lineBres(x2,y2,xEnd2,yEnd2);
}
int main(int argc, char** argv)
{
//initialize GLUT
glutInit(&argc,argv);
//initialize display mode
glutInitDisplayMode(GLUT_SINGLE | GLUT_RGB);
//set display-window width & height
glutInitWindowSize(400,400);
//set display-window upper-left position
glutInitWindowPosition(0,0);
//create display-window with a title
glutCreateWindow("Digital Differential Analyzer Algorithm");
//initialze OpenGL
display();
//call graphics to be displayed on the window
glutDisplayFunc(drawMyLine);
//display everything and wait
glutMainLoop();
return 0;
}

Selasa, 01 April 2014

Beberapa sifat setan yang patut ditiru dan perbandingannya dengan manusia

Setan dan manusia memang pada dasarnya 2 makhluk yang berbeda dan saling bermusuhan. Manusia pada umumnya pasti benci kepada Setan karena sifat jahatnya. Namun, di sifat-sifat jahat ini ternyata ada Beberapa sifat setan yang patut ditiru dan diperbandingannya dengan manusia.
Berikut beberapa sifat setan yang patut ditiru dan perbandingannya dengan manusia :
1. Pantang menyerah
Setan : tidak akan pernah menyerah selama keinginannya untuk menggoda manusia belum tercapai.
Manusia : Banyak yang mudah menyerah dan malah sering mengeluh dalam menggapai sesuatu ataupun dalam menghadapi ujian dari ALLAH SWT.
2. Kreatif
Setan : Mencari cara apapun dan bagaimanapun untuk menggoda manusia agar tujuannya tercapai, selalu kreatif dan penuh ide.
Manusia : Ingin enaknya saja, banyak yang malas.
3. Konsisten
Setan : dari mulai diciptakan tetap konsisten pada pekerjaannya, tak pernah mengeluh dan berputus asa.
Manusia : Banyak yang mengeluhkan pekerjaannya, padahal banyak manusia lain yang masih nganggur dan membutuhkan pekerjaan.
4. Solidaritas
Setan : Sesama setan tidak pernah saling menyakiti, bahkan selalu bekerjasama untuk menggoda manusia.
Manusia : Jangankan peduli terhadap sesama, kebanyakan malah saling bermusuhan, membunuh dan menyakiti.
5. Jenius
Setan : paling pintar otaknya dalam mencari cara agar manusia tergoda.
Manusia : Banyak yang tidak kreatif, bahkan banyak yang jadi peniru dan plagiat, tidak mau menciptakan ide-ide baru.
6. Tanpa Pamrih
Setan : Bekerja 24 Jam tanpa mengharapkan imbalan apapun.
Manusia : Tidak dibayar tidak akan dilakukan.
7. Suka berteman dan kompak
Setan : Mahluk yang selalu ingin berteman, berteman agar banyak temannya di neraka kelak.
Manusia : Banyak yang lebih memilih mementingkan diri-sendiri dan egois.
"bayuaji-master.blogspot.com". Diberdayakan oleh Blogger.